Rabu, 09 Desember 2015

Ganti dan Modifikasi Jok Kendaraan Bermotor Rd 4/2 di Semarang

Jokihoki: Bisnis di Semarang begitu beragam, mulai dari usaha bermodal besar maupun hingga bisnis mikro kecil yang hanya mengandalkan tenaga saja. Pengalaman yang dapat jadi contoh untuk menggambarkan secara spesifik maksud kalimat diatas, baru saja terjadi secara pribadi kemarin. Saat jok motor sudah waktunya diganti, tak sulit mencari bengkel spare part motor di Semarang. Bahkan pusat onderdil dan perlengkapan kendaraan bermotor juga sudah sangat terkenal disini yaitu, area sepanjang Jalan Barito.



Hanya sejarak belokan jalan, maka sepanjang jalan di kawasan kampung kali Semarang juga terdapat beberapa tempat untuk mengganti jok motor ini. Bedanya dengan beberapa tahun lalu kawasan kampung kali sekarang lebih lebar dan untuk belokan sudah lebih tertib serta diimbangi dengan penempatan batas jalan sesuai dengan tata kota yg diperuntukkan ada bagi pengguna jalan agar lebih nyaman. Jalan dipisah dan terbagi menjadi dua jalur yang dibatasi oleh sungai dan sekat setinggi setengah meter. Masing-masing bahu jalan punya lebar lima meter dan hal ini memperlihatkan kesan apik dan teraturnya kawasan ini sekarang.


Sepinggir jalan ini, baik di kiri maupun di kanan sudah banyak bangunan yang bukan sekedar sebagai tempat tinggal tetapi sudah sebagai bangunan yang diperuntukkan untuk usaha. Jenis usahanya pun bermacam-macam, mulai dari gerai toko kelontong franchiser (Indomaret), leasing dan finance (Mitsui), notaris/ PPAT,  rental mobil, caffee (Old Town White Coffee), Beauty and skin, Bandeng Presto, dan masih banyak lagi.


Kembali ke topik awal, modifikasi motor kurang afdol rasanya kalau masih membiarkan jok standar. Semarang Barito sekitarnya termasuk gudangnya yang piawai mengubah desain asli menjadi sesuai keinginan pemilik kendaraan. Soal harga jangan khawatir disini semua masih bisa dibicarakan, dan hasil negoisasi tergantung kesepakatan dua belah pihak. Kalau tidak cocok masih banyak tempat lain disebelahnya yang bisa kasih harga murah dengan kualitas yang tak kalah, anda muntaber aja dulu asal sopan (MUNdur TAnpa BERita). Tapi Semarang ini berlaku istilah OROR ono rego ono rupo, berani bayar sedikit mahal dengan imbalan kualitas yang lebih tinggi. Itu sebabnya meskipun saya bisa dapat harga dibawah cepekban (100rb) namun tak ada ruginya nambah biaya sedikit untuk servis jok luar-dalam. O ia perlu jadi bahan pertimbangan juga meskipun tak punya spare-part atau model jok seperti yang kita minta, penjual rela bersepeda sejauh 500meter atau makan waktu 30menit untuk mencarinya selama kita sebagai pembeli sabar menanti.


More Business Info, 0821 3874 3737 Jokihoki Semarang

Rabu, 29 Juli 2015

Seberapa Antik Koleksi Antik Anda? Suatu jawaban

Jokihoki: Sudah menjadi hal umum, saat kita membaca keterangan dari para penjual barang antik yang menyebut semua barang yang dijualnya adalah antik atau bahkan berani menyebutnya langka...

Pertanyaannya adalah bagaimana menentukan bahwa suatu barang itu dapat disebut antik atau langka, jangankan orang awam, mereka yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun pun mungkin tidak dapat secara akurat memastikan tingkat kelangkaan dan usia keantikan dari suatu barang...

Untuk itu, sebagai penggiat barang antik yang mungkin berniat menjual koleksinya, disarankan untuk lebih konservatif dalam memberikan lebel "langka" atau "one-of-a-kind" kecuali kita benar-benar dapat memberikan informasi dan data pendukung yang akurat...

Mungkin wacana pembentukan semacam wadah sertifikasi keantikan, keaslian dan kelangkaan perlu dipikirkan untuk dibentuk di Indonesia. Kalau memang wadah semacam ini sudah ada, tidak maslaah diperbanyak, untuk memberikan iklim kompetisi yang sehat, dan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan...

http://pojokantik.blogspot.com/2012/01/seberapa-antik-koleksi-antik-anda.html

Kita cukup beruntung dengan adanya UU Cagar Budaya yg mempersempit definisi ini dalam lingkup yg lebih jelas yaitu bila berusia 50th dan mewakili rentang masa 50 tahun pula. Hal ini sedikit membantu para kolektor antik di Indonesia.Tambahan pula batas tipis antara barang antik dengan barang bekas, adalah riwayat/ sejarah dibalik benda itu sendiri. Penafsiran tersebut bisa berbeda tergantung pilihan tiap orang, tapi muncul kesepakatan nilai materi dari benda itu sendiri mewakili kelanjutan cerita kenangan berikutnya.

Terkadang kesan produk modern dan hasil pembuatan terkini pun bisa saja dibuat dengan tujuan menghiaskan masa lampau yang ingin dikenang sebelumnya. Contoh kasus, Kota Semarang terkenal sebagai Old City dengan konsep Little Netherland sebagai peninggalan kolonial di masa lalu. Untuk mengenang sejarah dan kejayaan kota ini maka pemkot sedang giat merenovasi bangunan lama, gedung tua, dan pusat kota jaman dulu yaitu di sekitar Johar seperti Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Gedung Murba, dan sekitarnya. Namun tak hanya itu, untuk menggiatkan pariwisata, bangunan dan arsitektur gedung baru pun di desain dengan konsep yang sarat pesan sejarah. Patung Founding Father's di jalan arteri Soekarno-Hatta adalah satu contoh diantaranya.


Selain itu sepanjang jalan pahlawan di Semarang pun kini juga di desain secara etnik agar terlihat antik.